Senin, 10 Agustus 2015

Undangan Call Paper PIOS download

 

Rabu, 08 Juli 2015

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 2 PROGRAM PASCASARJANA UINSA, Klik Pengumuman

 

Selasa, 07 Juli 2015

Pelatihan Metodologi Penelitian Kualitatif di UNAIR, download undangan

 

Jumat, 21 Agustus 2015

Pemberkasan SERDOS Online 2015 download berkas

 

Jumat, 05 Juni 2015

Pengaktifan Kembali Tunjangan SERDOS download surat

 

Senin, 01 Juni 2015

Koordinasi Tim Penulis Buku Refrensi Perkuliahan, download surat

 

Rabu, 26 Agustus 2015

Undangan Sharing Operator PDDKTI, download  Wilayah 1 Lumajang, Probolinggo, dan  Wilayah 2 Jember, Sitobondo, Bondowoso, dan Bali

 

Jumat, 07 Agustus 2015

Undangan Halal Bi Halal Kopertais IV download

 

Rabu, 29 Juli 2015

Halal bihalal dan Inputing Data Cluster PANTURA download Undangan

 

HALAL BIHALAL DAN EVALUASI PD DIKTI FEEDER CLUSTER PANTURA   Gresik

20150804032418Gresik. Bertempat di Ruang Rapat IAI Qomaruddin Bungah Kabupaten Gresik, operator PD DKTI Feeder Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Cluster Pantura melaksanakan kegiatan halal bihalal dan evaluasi PD Dikti Feedder.

Sebanyak 21 perguruan tinggi di undang dari berbagai wilayah kota , diantaranya Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik, namun ada 4 perguruan tinggi yang tidak hadir karena ada kegiatan dikampus mereka masing-masing. Bapak Kholil dan Bapak Hasib juga datang guna memberikan pengarahan dan (yang paing di tunggu-tunggu) membagi honor operator Emis dan PD Dikti.

Kegiatan di awali dengan pembukaan oleh Bapak Lutfi Hakim, M.Ag selaku Rektor IAI Qomaruddin, kemudian dilanjutkan oleh Pak Kholil yang memberikan berbagai informasi terbaru PD Dikti. Setelah di lanjutkan dengan evaluasi kinerja operator PD Dikti oleh ketua cluster.

Tampak antusias semua peserta yang hadir untuk bertanya jawab tentang semua kendala yang di hadapi oleh para operator, dengan sabar dan telaten pak Habib selaku ketua cluster yang didampingi Pak Kholil dan Pak Hasib  menjawab satu persatu pertanyaan dari para peserta.

“Saya berharap setelah pertemuan kali ini semua masalah yang dihadapi para operator bisa di atasi”, begitu yang sampaikan oleh Pak Habib saat memberikan pengarahan. Memang begitu komplek permasalahan yang dihadapi oleh operator sehingga laporan pada PD DIkti tidak muncul, bahkan prosentasenya stagnan walaupun sudah di isi dengan lengkap.

Beberapa kendala yang dihadapi di antaranya

1.      Belum teraktifasinya mahasiswa

2.      Ada salah satu prodi yang belum terisi

3.      Pengajuan NIDN yang lama

4.      SKTP yang belum sesuai saat pengajuan NIDN

5.      Dan kendala-kendala lain

Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di UNISDA yang selenggarakan sebelum Bulan Ramadhan. “Saya berharap teman-teman operator lebih bersemangat dalam mengerjakan laporan PD Dikti”, kata pak Kholil.

Sekedar Informasi bahwa seluruh operator wilayah kopertais IV mendapat penghargaan dari pak Dirjen untuk pengerjaan laporan EMIS dengan prosentasi 100%. Ini merupakan hasil kerja keras semua operator dan kopertais wilayah IV yang bisa bekerja sama dengan baik.[CHD]

Optimalisasi E-Journal, Foredj Gelar Workshop OJS

ForedForum Redaktur Jurnal atau Foredj di lingkungan Kopertais IV Wilayah Surabaya menggelar kegiatan Workshop Open Journal System (OJS) di kampus Unipdu Peterongan Jombang, Selasa (28/7). Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Workshop E-Journal di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya, 15-17 Mei 2015 lalu.
Hadir sebagai narasumber adalah Mukhammad Zamzami selaku Wakil Redakur Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam dan redaktur pelaksana Islamica: Jurnal Studi Keislaman yang diterbitkan Progam Studi Filsafat Agama UIN Sunan Ampel yang sudah terakreditasi. Juga Abdullah Mahfudz Nazal yang menjadi editor Journal of Indonesian Islam (JIIS) yang bereputasi internasional dan terakreditasi.


Kegiatan ini diikuti 73 peserta yang merupakan pemimpin jurnal ilmiah yang sudah memiliki International Standart Series Number (ISSN). Baik yang berasal dari Jawa Timur, Bali ataupun NTB.


    “Peserta memang dibatasi, agar kegiatan workshop bisa lebih optimal dan hasilnya lebih maksimal,” kata koordinator Foredj Mukani. Pimred dari jurnal ilmiah Urwatul Wutsqo Jombang ini juga mengapresiasi kehadiran peserta dari luar Jawa Timur. “Mereka seolah belum terpuaskan dari workshop yang digelar pada bulan Mei lalu,” imbuhnya.
Pria yang juga sekretaris redaksi jurnal ilmiah Pikir Nganjuk ini juga berharap agar peserta yang sudah memperoleh bekal dari workshop ini bisa menyebarluaskan ke sesama pengelola jurnal. “Terutama kepada pengelola jurnal di kampus yang satu wilayahnya,” ujarnya.


Pria berkopyah ini juga berharap agar koordinator tiap klaster segera menggelar kegiatan serupa. “Akan dibantu oleh Foredj untuk menggelar kegiatan seperti ini di masing-masing klaster, agar tahun depan semua jurnal di lingkup Kopertais IV sudah dalam bentuk e-journal,” imbuhnya.

Saat menyampaikan sambutan atas nama Sekretaris Kopertais IV Surabaya, Zamzami lebih memberikan motivasi kepada para pengelola jurnal. “Bapak ibu semua saya yakin mampu meraih predikat jurnal terakreditasi, sebagaimana yang sudah diraih jurnal Tsaqofah yang diterbitkan oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo,” ujarnya.  
Zamzami juga menjelaskan target dari kegiatan workshop ini. Yaitu para peserta mampu menutupi dan mengisi semua view yang sudah disiapkan di website Kopertaias IV pada link jurnal. “Bahkan harus juga bisa memasukkan artikel ke dalam space yang sudah ada itu,” imbuhnya.


Jika memungkinkan, lanjutnya, peserta juga mampu melakukan indeksisasi dari artikel yang diunggah.  “Baik di Google Scholar, DOAJ, Scopus, Thomson Web of Science ataupun yang lainnya,” pungkasnya.


Sedangkan Abdullah Mahfud Nazal lebih memaparkan materi tentang teknis dalam pengelolaan e-journal. “Belajar e-journal itu proses, perlu kontinuitas dalam terus-menerus setelah workshop, tidak sekadar saat workshop ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Dewo ini.
Pada dekade terakhir, lanjutnya, bentuk e-journal adalah suatu keharusan. Hal ini disebabkan banyak alas an, di antaranya adalah jaminan ketersediaan full text, kualitas artikel mudah diketahui, bahasa lebih universal dan diseminasi online lebih luas. Termasuk juga mudah terindeks di lembaga pengindeks bereputasi, jumlah sitasi yang banyak dan trend pada masa sekarang memang suka on-line.


Untuk menjadi jurnal yang on-line, urai Dewo, ada beberapa hal yang harus diurusi. Yaitu mengurus ISSN untuk jurnal on-line, nama jurnal harus sesuai ISSN, artikel jurnal sesuai dengan volume, struktur editorial team dan author guidelines. Termasuk juga etika publikasi, fokus kajian, statement copyright, statistik pengunjung dan nomor unik DOI.
Oleh karena itu, jurnal dikategorikan bereputasi jika memenuhi banyak unsur. Yaitu artikelnya berkualitas wahid, memiliki platform yang sesuai dengan jurnal terkenal, memiliki versi online dan menggunakan OJS.


Dari sisi dewan redaksi, harus berasal dari berbagai propinsi untuk jurnal nasional atau dari berbagai benua untuk jurnal internasional. Juga melakukan indeksasi berbagai pengindeks bereputasi dan menampilkan indikator capaian portal. (muk)

Halal bihalal dan Sarasehan Operator PD-DIKTI Cluster Tapal Kuda Bali

cluster-tapalkuda-bali2Tim Operator Pangkalan Data Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Kopertais Wilayah IV Cluster Tapal Kuda-Bali mengadakan kegiatan halal bi halal dan sarasehan operator PD-DIKTI  di Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi, pada hari Jumat sampai Sabtu (24-25/7/2015). Selain sebagai ajang silaturahim antar operator, kegiatan ini juga menjadi media pelatihan bagi operator di Cluster Tapal Kuda-Bali.


Sebanyak 22 operator se-Tapal Kuda dan Bali turut serta dalam kegiatan ini, ditambah seluruh ketua dan wakil ketua cluster operator pangkalan data dari Cluster Susi (Surabaya-Sidoarjo) dan NTT, Cluster Madura, Cluster Matraman, Cluster Pantura, dan Cluster Sasambo. Selain pengurus dan anggota cluster, kegiatan ini juga dihadiri Pgs. Sekretaris beserta Tim Pangkalan Data dan Sistem Informasi Kopertais Wilayah IV. Sementara proses pelatihan didampingi langsung oleh Alip Nuryanto, selaku Tim PD-DIKTI dari Kementerian Agama RI.
Dalam sambutannya, Muhammad Nuril Huda, selaku Pgs. Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya menekankan pentingnya peran dan fungsi operator pangkalan data dan sistem informasi di tiap PTKIS. Ibarat kendaraan, keberadaan operator di era informasi saat ini adalah mesin yang akan menjalanakan fungsi kerja perguruan tinggi. Untuk itu, operator sebagai mesin penggerak PTKIS, harus benar-benar di perhatikan oleh pihak kampus, utamanya dalam menunjang kinerja para operator. “Mesin bisa jalan dan berfungsi secara optimal tentunya khan jika diisi dengan bahan bakar dan dirawah secara baik”, imbuhnya dengan canda.


Ia juga mengingatkan bahwa tugas operator PTKIS Kopertais bertanggung jawab atas seluruh pelaporan kegiatan akademik di perguruan tinggi melalui aplikasi sistem informasi yang ada. Paling tidak ada tiga aplikasi yang harus dikuasai para operator secara sinergis, yakni Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI), EMIS (education management information system) serta SIMKOPTA (Sistem Informasi Manajemen Kopertais). Untuk itu, perlu dibentuk tim pangkalan data di tiap PTKIS agar kinerjanya bisa efektif.
Sementara itu, Alip Nuryanto, selaku perwakilan dari PD-DIKTI pusat, mensosialisasikan dua peraturan pemerintah yang sangat berkaitan dengan operator pangkalan data perguruan tinggi. Pertama, mengenai jumlah dosen minimal di perguruan tinggi dan sanksinya jika jumlah tersebut tidak terpenuhi. Hal ini telah diatur dalam Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4798/E.E2.3/KL/2015 tanggal 23 Juni 2015.


Yang paling penting untuk diperhatikan dari Surat Edaran tersebut adalah adanya sanksi yang akan diberikan bagi semua perguruan tinggi jika peraturan tersebut tidak terpenuhi, yaitu status non aktif bagi prodi yang jumlah dosennya di bawah jumlah minimal yang berlaku. Pemenuhan jumlah minimal ini berlaku hingga 31 Januari 2016. Jika ada perguruan tinggi yang belum memenuhi hingga tanggal tersebut, maka statusnya akan menjadi non aktif. “Jika statusnya non aktif, maka prodi bersangkutan tidak akan bisa mengusulkan akreditasi ke BAN-PT, sertifikasi dosennya dibekukan, serta tidak bisa menerima hibah dan beasiswa,” tutur Alip.


Kedua, soal Kodifikasi Program Studi dan Pelaporan pada Pangkalan Data PTKIS. Peraturan ini telah diatur dalam Surat Edaran oleh Kementerian Agama RI nomor SE.I/Dj/I/PP.00.9/131/2014. Yang paling utama dari Edaran adalah pelaporan data mahasiswa, seperti yang sedang diagendakan dalam pertemuan ini. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan kegiatan pelatihan, hari kedua diisi dengan kegiatan ramah-tamah peserta dengan outbond bersama ke Pantai Pulau Merah.[]

Halaman 1 dari 20

Marâji`: Jurnal Ilmu Keislaman
Joomla templates by Joomlashine